Lupakan masa lalu..., kita menghadapi masa depan... Buat apa mengenang-ngenang masa lalu yang ternyata nggak baik, nggak indah. By the way, bentar lagi udah harus packing untuk ke Bandung. Lumayan seru kayaknya hidup di Bandung, mengatur hidup sendiri, jauh dari peradaban (plis deh, lo piir hidup di bulan?), ya jauh dari internet, tv cable, ya, tv flat, dvd player, mmm mall, yah begitulah. Hidup sederhana di sana dengan perlengkapan seadanya. Sounds great.. Kapan mandirinya kalo semuanya serba mewah dan dilayani, iya nggak?
Dari kemaren sibuk membayangkan akan gw apakan kamar kos itu... Harus gw hias supaya cozy. Juga mengkhawatirkan masalah biaya. Gila, banyak banget perabot yang gw blom beli... Belum tanya juga butuh perlengkapan gambar apa untuk di sana. Belum juga beli alat-alat yang mahal-mahal. Aiah..., can't help deh kalo masalah keuangan. Di sana nanti gw harus jadi akuntan mendadak deh untuk mendata uang padahal di sini tinggal bilang mau ini mau itu kurang ini kurang itu. Di sono...jangan harap dah... Just wondering... teman-teman kos gw kayak apa ya orangnya.. Semoga ada bersahabat, gw males ketemu orang-orang aneh yang butuh kesabaran, pengertian dan pemahaman ekstra. Semoga aja mereka-mereka jago masak supaya gw bisa berguru, ihihihi...
Akhirnya niat gw kesampean juga... Lepas dari kota pusing ini, kota yang sesak penduduk dengan polusi 'oh my god' serta problem-problem lain yang tidak dapat saya ceritakan di sini. Pelarian? OF COURSE. Berhubung gw untuk beberapa kasus kurang suka cari ribut di depan umum (beberapa orang ngerti deh gw lagi membicarakan masalah apa), kayaknya penyelesaian terbaik ya pergi saja, biarkan kasus itu di sana tidak membebani lagi. Lanjutkan hidup... Hahaha... Kenapa ya gw evil banget kalo menyangkut masalah itu (u know what i mean). Tapi seru pasti di Bandung. Can't waiiiiiit....
Really... I don't believe in 'forever'. Jangan pernah ngucapin kalimat, pernyataan, dengan kata 'forever' di belakangnya... Hidup aja nggak abadi... Segala sesuatu nggak akan abadi... Bahkan persahabatan aja bisa bubar jalan kayak upacara. Trust me...
Dari kemaren sibuk membayangkan akan gw apakan kamar kos itu... Harus gw hias supaya cozy. Juga mengkhawatirkan masalah biaya. Gila, banyak banget perabot yang gw blom beli... Belum tanya juga butuh perlengkapan gambar apa untuk di sana. Belum juga beli alat-alat yang mahal-mahal. Aiah..., can't help deh kalo masalah keuangan. Di sana nanti gw harus jadi akuntan mendadak deh untuk mendata uang padahal di sini tinggal bilang mau ini mau itu kurang ini kurang itu. Di sono...jangan harap dah... Just wondering... teman-teman kos gw kayak apa ya orangnya.. Semoga ada bersahabat, gw males ketemu orang-orang aneh yang butuh kesabaran, pengertian dan pemahaman ekstra. Semoga aja mereka-mereka jago masak supaya gw bisa berguru, ihihihi...
Akhirnya niat gw kesampean juga... Lepas dari kota pusing ini, kota yang sesak penduduk dengan polusi 'oh my god' serta problem-problem lain yang tidak dapat saya ceritakan di sini. Pelarian? OF COURSE. Berhubung gw untuk beberapa kasus kurang suka cari ribut di depan umum (beberapa orang ngerti deh gw lagi membicarakan masalah apa), kayaknya penyelesaian terbaik ya pergi saja, biarkan kasus itu di sana tidak membebani lagi. Lanjutkan hidup... Hahaha... Kenapa ya gw evil banget kalo menyangkut masalah itu (u know what i mean). Tapi seru pasti di Bandung. Can't waiiiiiit....
Really... I don't believe in 'forever'. Jangan pernah ngucapin kalimat, pernyataan, dengan kata 'forever' di belakangnya... Hidup aja nggak abadi... Segala sesuatu nggak akan abadi... Bahkan persahabatan aja bisa bubar jalan kayak upacara. Trust me...
No comments:
Post a Comment