Dalam hidup saya, tidak saya sangkal bahwa saya selalu membuat target. Ya meski kadang-kadang terselubung juga sih targetnya, karena kadang saya suka random gitu. Yah intinya hari ini kita akan ngomongin suatu target.
Target. Merupakan suatu yang kita rencakan untuk dicapai demi tujuan tertentu. Harus dicapai lebih tepatnya. Tapi ya, pada kenyataannya, kadang target hanya menjadi suatu rencana belaka.
Dalam kehidupan kuliah saya, seringkali saya membuat target harian. Saya harus mengerjakan A pada hari senin, B pada hari selasa, CDE pada hari rabu, dst, dst. Namun, sulit. Tidak semudah menuliskannya pada selembar kertas. Ada faktor jenuh, faktor capek, faktor tugas dan pekerjaan lain yang lebih mendesak, faktor malassss…. Yah, yang terakhir paling besar pengaruhnya.
Dalam mencapai target itu saya sudah mencoba berbagai macam hal. Dari mencoba memacu diri sendiri, menakut-nakuti diri sendiri sampai menerapkan konsep ‘reward yourself’ apabila target hari itu dipenuhi dan konsep menghukum diri apabila target terbengkalai. Tetap. Nihil. Jarang sekali target itu terpenuhi. Susaaaah…. Apalagi kalau harus mendesain. Itu harus benar-benar tunggu mood dan harus lagi on fire. Bete dikit, rusak semua kinerja yang sudah direncanakan.
Faktor kesehatan juga berperan penting. Kebetulan belakangan ini kesehatan saya sedang cukup buruk. Cape sedikit langsung kena sakit ini itu. Stress dikit langsung kambuh ini itu. Faktor cuaca yang dingin dan angin yang menggila juga ikut menyebabkan daya tahan tubuh saya menurun. Ditambah lagi semakin dekat menuju hari-hari pemasukkan tugas, deadline acara, belum buat LPJ acara, belum lagi ditambah beban stress ini itu. Sudah, habislah saya. Sedikit-sedikit tepar. Flu. Sinus kambuh. Migrain. Sakit kepala parah lagi. Sakit maag. Dan yang terparah terjadi kemarin sore. Sesak napas. Pertama kalinya saya sesak napas dalam hidup saya. Sampe napasnya bunyi-bunyi, ngomong juga susah.
Tapi nampaknya target juga tetap harus ada. Hidup terlalu santai di saat ini, tidak terlalu baik bagi kesehatan jiwa raga. Dan mungkin ada yang bilang bahwa saya terlalu memaksakan diri. Saya sangat tidak setuju. Justru saya terlalu malas. Dimana teman-teman berjuang mengerjakan tugas, saya malah tergeletak tepar di tempat tidur. Lalu saat orang-orang mulai mencicil saya malah seperti sekarang, main internetan nggak jelas. Daaaan… itu bukanlah suatu yang pantas diberi reward. Yep, saya terlalu malas, tidak pantas diberi reward. Meski, kadang, keberuntungan berpihak pada saya. Kebetulan teman-teman progresnya lebih lambat daripada saya, jadi kesannya I’m pushing myself too hard. Padahal….. Heeehh… boro-boro banget. Gue.tuh.lagi.males.abis. Haha…
Udah ah, ndak tau mau ngmg apa lagi. Nite everybody…
Target. Merupakan suatu yang kita rencakan untuk dicapai demi tujuan tertentu. Harus dicapai lebih tepatnya. Tapi ya, pada kenyataannya, kadang target hanya menjadi suatu rencana belaka.
Dalam kehidupan kuliah saya, seringkali saya membuat target harian. Saya harus mengerjakan A pada hari senin, B pada hari selasa, CDE pada hari rabu, dst, dst. Namun, sulit. Tidak semudah menuliskannya pada selembar kertas. Ada faktor jenuh, faktor capek, faktor tugas dan pekerjaan lain yang lebih mendesak, faktor malassss…. Yah, yang terakhir paling besar pengaruhnya.
Dalam mencapai target itu saya sudah mencoba berbagai macam hal. Dari mencoba memacu diri sendiri, menakut-nakuti diri sendiri sampai menerapkan konsep ‘reward yourself’ apabila target hari itu dipenuhi dan konsep menghukum diri apabila target terbengkalai. Tetap. Nihil. Jarang sekali target itu terpenuhi. Susaaaah…. Apalagi kalau harus mendesain. Itu harus benar-benar tunggu mood dan harus lagi on fire. Bete dikit, rusak semua kinerja yang sudah direncanakan.
Faktor kesehatan juga berperan penting. Kebetulan belakangan ini kesehatan saya sedang cukup buruk. Cape sedikit langsung kena sakit ini itu. Stress dikit langsung kambuh ini itu. Faktor cuaca yang dingin dan angin yang menggila juga ikut menyebabkan daya tahan tubuh saya menurun. Ditambah lagi semakin dekat menuju hari-hari pemasukkan tugas, deadline acara, belum buat LPJ acara, belum lagi ditambah beban stress ini itu. Sudah, habislah saya. Sedikit-sedikit tepar. Flu. Sinus kambuh. Migrain. Sakit kepala parah lagi. Sakit maag. Dan yang terparah terjadi kemarin sore. Sesak napas. Pertama kalinya saya sesak napas dalam hidup saya. Sampe napasnya bunyi-bunyi, ngomong juga susah.
Tapi nampaknya target juga tetap harus ada. Hidup terlalu santai di saat ini, tidak terlalu baik bagi kesehatan jiwa raga. Dan mungkin ada yang bilang bahwa saya terlalu memaksakan diri. Saya sangat tidak setuju. Justru saya terlalu malas. Dimana teman-teman berjuang mengerjakan tugas, saya malah tergeletak tepar di tempat tidur. Lalu saat orang-orang mulai mencicil saya malah seperti sekarang, main internetan nggak jelas. Daaaan… itu bukanlah suatu yang pantas diberi reward. Yep, saya terlalu malas, tidak pantas diberi reward. Meski, kadang, keberuntungan berpihak pada saya. Kebetulan teman-teman progresnya lebih lambat daripada saya, jadi kesannya I’m pushing myself too hard. Padahal….. Heeehh… boro-boro banget. Gue.tuh.lagi.males.abis. Haha…
Udah ah, ndak tau mau ngmg apa lagi. Nite everybody…
No comments:
Post a Comment