Pages

Sunday, December 09, 2007

Cerita Dini Hari

Tadi pagi, ketika saya baru saja bangun tidur, saya tidak punya bayangan bahwa dengan kondisi flu saya yang belum betul-betul sembuh, badan pegal-pegal, pikiran pusing karena banyak kerjaan, saya masih dapat membuka mata sampai pukul 2 dini hari. Segar bugar. Bahagia pula, seperti habis dapet uang kaget 500 ribu. Lumayan tuh 500 ribu. Bisa buat shopping dan hal-hal hedonisme lain. Dibayangan saya, saya akan teler berat hari ini, bete berat karena ada rapat pembinaan lagi. Tapi ternyata pemikiran saya salah.

Apa yang telah saya dapatkan hari ini adalah suatu cerminan terhadap orang-orang yang ada di sekeliling saya, di lingkungan saya, terutama lingkungan akademik saya. Kakak-kakak kelas yang sebenarnya ramah sekali, lucu, kreatif dan unik. Hari ini saya benar-benar merasa bahwa saya inilah mahasiswa arsitektur yang dibina di lingkungan penuh dengan orang-orang kreatif, punya banyak ide, dinamis, kritis dan ceriwis. Saya baru benar-benar menyadarinya sekarang. Saya baru merasa begitu diterima dengan berbagai macam kekurangan saya. Dengan tidak bisa menggambarnya saya, jeleknya tulisan teknik saya, payahnya sketsa free hand saya, miringnya setiap garis yang saya buat sampai pada gambar pohon saya yang seperti anak tk. Semuanya terlihat tidak begitu penting. Bahwa yang penting adalah sekarang kedudukan saya adalah salah satu mahasiswa fakultas teknik jurusan arsitektur universitas Parahyangan. Dan, harusnya saya bangga akan itu. Saya bangga. Tapi melihat nilai saya, ya agak malu juga sih. Tapi tidak perlu khawatir. Ujian akhir nanti, saya akan berusaha menorehkan minimal huruf B di setiap mata kuliah saya. Amiiin...

Dari pertemuan sejak pukul 6 sore hingga 12 malam di selasar bursa gedung 5 tadi, saya bisa melihat cerminan teman-teman saya. Dimana sangat disayangkan apabila tidak mengenal mereka. Mereka unik dengan segala kepribadian mereka yang bercampur aduk. Dengan sikap mereka yang cuek tetapi tetap sopan. Dengan pesona mereka sendiri yang membuat saya sadar bahwa teman seperti merekalah yang harusnya saya apresiasi, yang harusnya saya hargai. Yang berani bertanggung jawab, solider terhadap teman sendiri, tidak egois, mau memikirkan kepentingan orang lain juga dan tetap semangat berjuang di tengah rasa lelah yang menggila karena sudah 2 minggu lebih badan soak ini diajak kerja lembur. Saya merasa ingin semakin dekat dengan mereka, berhubung saya belum punya banyak rekan kerja yang benar-benar dekat.

Saya senang tadi bisa bercerita sedikit tentang kesulitan yang saya alami pada beberapa orang dan saya senang bahwa mereka mensuport saya. Membangkitkan kembali semangat saya yang sejak kemarin sudah hilang ditelan rasa sakit. Saya percaya bahwa pertemuan hari ini, sore ini, pasti akan lebih menyenangkan. Ditambah lagi akan ada suprise khusus untuk ketua acara. Wew, saya tidak sabar menunggu hari sore. Tapi..., sebelumnya saya akan tidur dulu. Saya nggak mau cari mati dengan nggak tidur lagi. Bisa-bisa hari Minggu pagi saya sudah ada di UGD. Ya sudah, selamat malam, ehm, pagi maksud saya, selamat tidur.

Bandung, 10 November 2007.

02.10 AM.

Penulis.

No comments: