- Eksistensi Mesin Cuci 2007 -
Saya ingin menceritakan kegiatan seminggu terakhir saya. Minggu yang penuh berbagai macam mood, berbagai macam cobaan dan berbagai macam berkat.
H-6 : Lembur di Hari Minggu
Bangun pagi agak-agak teler karena semalem abis pulang malem lagi, ada kumpul pembinaan seperti biasa (dimana teman-teman saya yang tidak peduli dan tidak mau tahu sedang asyik malam mingguan, jalan di mall, makan sama orang tua, ketawa ketiwi, chatting dan segudang aktivitas lain yang mereka anggap lebih menyenangkan daripada kumpul di kampus sampe tengah malem. Tapi mereka salah, di kampus seru juga kok, nikmatin pesta kembang api gratis lagi dari kegiatan anak akun). Jam 5 pagi saya bangun, siap-siap ke gereja jam 6. Di gereja agak-agak sedikit pusing sambil berharap bisa cepat pulang untuk nabung tidur.
Sepulang dari gereja, saya tanpa pikir panjang langsung ganti baju tidur dan menyelinap di balik selimut sambil menggigil karena hari itu
Akhirnya saya datang ke
H-5 : KuLap Garut dan Lembur
Masih kurang tidur juga, saya berangkat ke Garut pagi-pagi, kuliah lapangan. Sepulang dari Garut, tanpa kompromi panjang-panjang, tim dekorasi kumpul lagi di kampus, lagi-lagi bersama tim publikasi dan beberapa tim divisi lain yang bersiap-siap untuk presentasi esok hari. Hari itu tim dekorasi memiliki kinerja kerja yang dapat dikatakan cukup maksimal karena kuantitas tim meningkat dibanding hari biasanya.
Akhirnya dihasilkan 5 desain dadakan yang cukup membuat koordinator divisi mengangguk-angguk setuju dan merasa sedikit puas akan kerja anggotanya. Dimulai dari desain panggung, desain entrance, desain ruang tengahnya. Akhirnya maket dibuat, lalu menyiapkan bahan presentasi besok dan lagi-lagi pulang tengah malam setelah menggila bersama anak-anak publikasi.
Dengan kondisi badan pegal linu dan serasa remuk, saya masih tetap tidak bisa tidur cukup sebab besok paginya masih ada rapat dan kerjaan.
H-4 : Presentasi @ Student Centre
Pagi-pagi sekitar jam 9, dengan terpaksa saya membuka mata.
Akhirnya agak siang, saya kumpul di kampus, mulai membahas mengenai masalah teknis desain yang semalam sudah dibuat, sementara sebagian orang mulai mencicil pembuatan pintu entrance. Detik-detik menjelang presentasi kepada himpunan terasa menegangkan. Semua orang jadi sensi, jadi stress dan marah-marah.
Presentasi dimulai terlambat karena ada bentrok lokasi dengan anak-anak sipil. Hasil presentasi tidak begitu menyenangkan. Divisi dekorasi harus memikirkan ulang desain yang semalam sudah dibuat dan memikirkan struktur-stukturnya. Sebab teknis tidak semudah bayangan imajinatifnya. Lagipula dengan kondisi H-4, agak-agak mustahil mewujudkan apa yang telah di desain semalam. Dengan kecewa bercampur bersyukur karena dikasih tahu kalau itu mustahil, kami bubar tengah malam (lagi).
H-3 : Bermalam Bersama Ronald McDonald.
Tengah malam, saya dan beberapa teman-teman saya akhirnya ikut rapat lanjutan yang ada di luar kampus. Anggota himpunan memilih McD Setiabudi untuk melaksanakan rapat itu. Jadi pergilah kami ke
Asistensi dilakukan sampai pukul 6 pagi dimana petugas McD kayaknya sudah muak melihat sekitar 30 mahasiswa arsitek Unpar nongkrong di McD dari jam 12 sampe jam 6, bawa-bawa maket, tabung gambar, kertas-kertas roti, pensil warna dan kawan-kawannya. Perubahan desain dilakukan pagi itu juga dan fix, sehingga bisa langsung dikerjakan.
Sampainya di kampus lagi, jam sudah menunjukkan sekitar setengah 7. Akhirnya semua yang kuliah jam 7 bubar jalan ke kos dan rumah masing-masing untuk mandi lalu kembali lagi ke kampus sementara yang kuliah siang memilih untuk tidur dulu. Setelah kuliah padat hingga pukul 5, dekorasi memutuskan untuk mengerjakan tugas umum untuk hari Kamis dulu baru memulai kerja (dimana saya sesali kemudian karena ini yang menyengsarakan saya dikemudian hari).
Hari itu saya benar-benar tertidur tanpa sengaja sekitar jam 9 malam dan tiba-tiba ketika saya membuka mata, jam meja saya sudah berubah jadi angka 1.
H-2 : Tidak Tidur Hari Ke-2.
Angka 1 itu membuat saya panik luar biasa sebab tugas saya belum selesai dan cukup banyak jumlahnya. Dengan berjuang melawan rasa kantuk, akhirnya saya berhasil menyelesaikan tugas tepat waktu, walau dengan tidak tidur lagi. Dan saya cukup senang karena saya yang ikut pembinaan, rapat sampe menggila, masih bisa bikin semua tugas sampai selesai! Tapi teman-teman saya yang ga rapat sampai menggila malah nggak bikin tugas. Kalian ngapain sih by the way?
Kuliah studio hari ini harusnya diisi dengan asistensi desain kantin dan eksterior tapi karena sudah H-2, teman-teman saya akhirnya memakai jam bebas studio untuk rapat dan menyiapkan teknis untuk acara. Suasana mulai terasa menegang. Semua orang mulai sensi dan mulai sangat sibuk mengurus ini itu. Saya sempat kena damprat beberapa orang dan mendamprat beberapa orang. Lumayanlah.
Sepulang kuliah, ada kumpul briefing sambil latihan nyanyi lagu angkatan. Setelah itu masing-masing divisi memulai kerjanya. Saya membantu dan sempat berpikir untuk menginap di kampus tetapi dengan pertimbangan bahwa badan saya semakin soak, saya akhirnya pulang (eh, makasih ya uda ngebilangin waktu itu, sarannya mantap!). Padahal saya sudah sempat menenggak segelas cappucino hangat supaya stay awake bikin kerjaan.
H-1 : Belum Puas Tidur
Dengan perasaan tidak puas saya bangun pukul 9 sebab ada kuliah jam 10. Tapi saya bangun dengan semangat berkat segelas cappucino hangat dari seseorang (hahaha, makasih ya Ayu, kopinya mantap!). Hari itu kerja dimulai sore (dimana disesalkan lagi). Semua orang mulai emosi sebab sudah H-1. Apalagi bagian dekorasi yang nol persen jadi. Mustahil
Jadilah semua anak yang hadir hari itu kena damprat, kena diomel-omelin malem-malem di plaza GSG sambil kena gerimis dan nahan emosi. Satu-satu divisi dapet bagian sendiri. Pertengkaran sudah tidak bisa dihindarkan lagi. Akhirnya jadilah kekacauan koordinasi dan kekacauan sistem kerja yang merupakan kendala pengerjaan teknis dekorasi. Simulasi berjalan kacau balau dengan teriakan-teriakan ala himpunan yang menggelegar sampai sakit kuping.
Tim dekorasi sambil misuh-misuh mencoba merangkai dekorasi secepat mungkin. Namun nyatanya tidak berhasil. Dekorasi panggung ambruk total. Langsunglah saya dan teman-teman saya pusing berat. Apalagi hujan turun, semakin memperburuk keadaan. Akhirnya saya dan dua rekan saya dipanggil oleh salah satu senior untuk membantu mempertanggung jawabkan apa yang hendak dikerjakan dekorasi sampai pagi.
Dengan segala kebingungan, kebetean dan ketidaksemangatan, akhirnya di H-1, desain panggung diubah. Ide gila tapi mau bagaimana lagi, itu salah satu solusi terbaik. Jadilah desain berubah dan lagi-lagi kena marah.
Hari H :
Jam sudah menunjukkan bahwa hari Jumat telah habis. Hal ini membuat semua anak resah sebab hari H sudah datang. Apalagi dekorasi yang masih jauh dari kata ‘mau selesai’. Sambil dipantau terus, kerjaan mulai dicicil, ngantuk-ngantuk, kedinginan, kehujanan. Dengan segala susah payah, sekitar jam 6 lebih hiasan di langit-langit dipasang. Jauh dari bayangan saya, tapi ya sudahlah.
Agak siangan saya menghabiskan waktu untuk pergi membeli bahan dekorasi yang kurang. Lalu kembali lagi ke kampus dengan kantuk luar biasa. Bahkan ketika saya sedang menancapkan cutter ke dalam bola yang akan dibelah, saya tiba-tiba saja tertidur. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang dulu, tidur sebentar lalu kerja lagi.
Sialnya ketika saya membuka mata saya di atas tempat tidur, jam HP saya angkanya jadi 15.30. Harusnya saya ada di kampus jam 12. Saya panik luar biasa karena saya janji sama salah satu senior kalau jam 1 siang dekorasi sudah siap. Ketika saya datang ke kampus semua orang sedang sibuk dan beberapa hiasan sudah berdiri. Saya stres berat karena ketiduran itu.
Setelah berganti baju dengan kostum yang ditentukan yaitu baju putih dengan pita panitia di lengan kanan, acara pun mulai. Saya waktu itu baru saja habis makan malam yang merangkap makan siang di luar kampus. Hari sudah gelap dan lighting mulai dinyalakan. Saya cukup terkagum-kagum dengan efek lighting yang ditimbulkan. Well, not bad at all. Cukup keren dengan nuansa biru putih di plaza GSG.
MC pun membuka acara. Band 2007 mulai tampil. Sementara saya sibuk ngakalin gelembung sabun di pintu depan yang jadinya malah nyiprat-nyiprat ke orang lain. Sementara itu teman saya sedang sibuk menebarkan balon biru putih (yang saya sesali lagi kemudian) di sekeliling tempat acara. Acara berjalan lancar walau jadwalny kacau karena banyak yang terlambat.
Sepanjang acara beberapa teman saya tertidur pulas. Ya sudahlah, namanya juga cape. Lalu sebagian lagi sambil teler-teler semangat nyanyi-nyanyi di tengah sambil lompat-lompat. Yah, not bad, buat ngeramein acaranya. Dan untungnya yang datang cukup banyak.
Setelah itu keadaan mulai tampak kacau ketika ada fashion show. Beberapa sudah membuka bir dan sudah tampak rusuh ketika fashion show dilangsungkan. Keadaan masih terkendali sih. Lalu masuk ke acara puncak, pom-pom boys (the nightmare). Saya tidak mengerti ada apa karena saat itu saya sedang mencari anak cowok untuk jaga keamanan di backstage. Tau-tau saja sudah rusuh, sudah dorong-dorongan dan pom-pom boys dibawa kabur.
Dan tiba-tiba saja anak himpunan sudah memaki-maki teman-teman saya yang sedang membuat barisan keamanan. Akhirnya barikade keamanan dibuat lagi dengan 3 lapis yang dibuat semua anak 2007 kecuali beberapa yang jaga di depan dan di stand. Pom-pom boys diulang tapi sudah kacau karena mungkin anak-anaknya juga sudah shock. Brengseknya dekor hasil kerja keras saya dan teman-teman saya beberapa di lepas dan dibuat ngelemparin pom-pom boys. Sumpah deh masyarakat, lo nggak ngerti ya itu buatnya butuh perjuangan. Brengsek banget lah. Trus balon dipecahin semuanya.
Pom-pom boys selesai dengan hancur dan untungnya berhasil dilarikan ke dalam mobil dan dibawa ke tempat aman. Sisanya tinggal dimaki-maki dan dicemooh masyarakat. Yah, keep cool ajalah. Males deh sama yang rusuh-rusuh begitu. Bikin bete doang. Setelah pom-pom boys dan beberapa orang menghilang, sisanya diminta ke panggung untuk menyanyikan lagu angkatan (yang panjangnya amit-amit dan susah karena nadanya tinggi).
Ospek terulang lagi. Sekitar 10 kali kami menyanyikan lagu yang bikin suara serak itu dan masyarakat masih kurang puas. Tapi akhirnya mereka puas juga dan ya sudah, acara berakhir dengan damai (nggak damai sih di hati saya). Lalu sisanya tinggal beres-beres, melepas segala dekor yang ada dan merubuhkannya. Sebagian anak stay di kampus untuk beres-beres.
Namun, akhirnya kita nggak jadi beres-beres, malah duduk-duduk sambil denger cerita anak pom-pom (tapi saya belum dengar cerita lengkapnya. Senin pokoknya harus cerita!) dan kita juga sibuk bilang terima kasih sama anak pom-pom sebab mereka udah rela malu, dikerjain, ditimpukin. Mereka dengan muka kusut bilang nggak apa-apa. Untungnya setelah ngobrol-ngobrol mereka udah ceria lagi.
Karena udah nggak ada yang niat beres-beres, akhirnya kita memutuskan untuk pindah ke ruang tertutup untuk tidur. Mulailah semua orang menggelar kain bekas dekorasi untuk tidur. Beberapa masih main kartu dan masih ngobrol. Beberapa teman saya berhasil memanjat pagar untuk keluar membeli roti, pop mie dan minum. Makasih pisan guys, tau aja orang-orang laper. Setelah semuanya kelelahan, akhirnya semuanya memutuskan untuk tidur. Kecuali saya.
Saya akhirnya bangun dan bingung mau ngapain. Menunggu sampai jam 5 sambil mengutak-ngatik laptop teman dan main games, akhirnya salah seorang teman saya bangun dan ingin pulang. Saya ikut keluar bareng dan pulang.
H+1 : Hibernasi.
Sampainya di tempat kos saya langsung mandi dan berangkat ke tempat tidur. Nah, baru terbangun tadi sekitar jam setengah 4, lalu mulai mengetik laporan ini. Begitu banyak hal yang saya alami, begitu banyak cerita indah yang tidak sempat dialami oleh teman-teman saya yang tidak pernah nginep bareng. Terasa terlalu singkat ketika acara ini selesai bahwa sehabis ini mungkin sampai akhir tahun nanti, tidak ada lagi acara menginap bersama di kampus. Sambil kerja, sambil bercanda, ditemani cemilan, gelas kopi kertas, bau pilox, sterofoam bertaburan, duplex lalu lalang dan ditemani teman-teman saya yang sibuk menawarkan mau titip makanan apa.
Suatu kerugian apabila kamu adalah salah satu mahasiswa arsitek unpar 2007 yang tidak merasakan semua itu. Karena bagaimana pun caranya pengalaman seperti itu tidak dapat dibagi apabila tidak merasakannya sendiri. Dan saya juga dapat banyaaaaaak teman baruuu!!
Salam hangat,
16.18.
Penulis.
No comments:
Post a Comment